Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang suatu penelitian,biasanya data
yang telah terkumpul dikelompokkan menurut interval kelas-interval kelas
tertentu. Banyaknya data pada tiap kelas disebut frekuensi dan tabel yang
berisi susunan data penelitian yang telah dikelompokkan itu disebut tabel frekuensi atau tabel (daftar) distribusi frekuensi.
Batas Bawah Kelas adalah bilangan-bilangan sebelah kiri pada tiap interval
kelas. Batas Atas Kelas adalah bilangan-bilangan sebelah kanan pada tiap
interval kelas.
Tepi Bawah kelas = Batas Bawah
Kelas – 0,5
Tepi Atas kelas = Batas Atas
Kelas + 0,5
Selisih antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas dalam interval yang
sama disebut panjang interval kelas atau
panjang kelas (p)
Titik tengah interval kelas = ½ (batas atas kelas+batas bawah kelas)
Contoh:
Gaji pegawai di Perusahaan A
Gaji (dalam ribuan rupiah)
|
Frekuensi (f) (Banyaknya Pegawai)
|
141-160
|
25
|
161-180
|
40
|
181-200
|
60
|
201-220
|
35
|
221-240
|
25
|
241-260
|
15
|
∑f = 200
|
Pada pengelompokkan pertama (kelas pertama), yang gajinya dari 141.000
sampai dengan 160.000 ada 25 orang pegawai. Pada kelas ke-2 (161.000 s.d.
180.000) ada 40 pegawai dan seterusnya. Jumlah seluruh pegawai (∑f) sebanyak
200 orang.
Dari contoh daftar di atas, terdapat
6 buah kelas, yaitu 141-160, 161-180, 181-200,dan seterusnya.
Bilangan-bilangan sebelah kiri pada
tiap interval kelas, yaitu 141, 161, 181, 201, dan seterusnya disebut batas
bawah kelas, sedangkan 160,
180, 200 dan seterusnya disebut batas atas kelas.
Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5
Tepi atas kelas =
batas atas kelas + 0,5
Selisih antara tepi atas kelas dan
tepi bawah kelas dalam interval kelas yang sama disebut panjang interval kelas atau panjang
kelas.
Panjang Interval Kelas (p)= tepi
atas kelas – tepi bawah kelas
|
Pada contoh di atas, p = 160,5
-140,5 = 180,5-160,5=20
Untuk tiap interval dapat kita ambil
sebuah nilai yang mewakili kelas itu, yaitu titik tengah kelas, yaitu
Titik tengah interval kelas =
(batas bawah kelas
+batas atas kelas)
|
Pada contoh diatas, titik tengah kelas pertama =
(141+160) =150,5
dan titik tengah kelas kedua =
(161+180)=170,5
dan seterusnya.
Ketentuan-ketentuan untuk membuat daftar distribusi
frekuensi
a.
Tentukan Jangkauan (J) = nilai statistik maksimum -
nilai statistik minimum
b.
Tentukan banyaknya kelas (k) yang diperlukan.
Biasanya paling banyak 15 kelas, paling sedikit 5 kelas. Cara terbaik untuk
menentukan banyaknya kelas adalah dengan aturan sturges, sebagai berikut
Banyak kelas (k) = 1 + 3,3log n,dengan n =
banyaknya data.
Hasil akhir dijadikan bilangan bulat
c.
Tentukan panjang interval kelas
d.
Pilih batas bawah kelas pertama, biasanya diambil
data terkecil atau sebuah bilangan lain yang kurang dari data terkecil ini
tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang ditentukan
e.
Tentukan nilai frekuensi tiap kelas dengan sistem
turus (dihitung satu persatu)