Sabtu, 26 November 2016

PERTEMUAN 8: DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI


Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang suatu penelitian,biasanya data yang telah terkumpul dikelompokkan menurut interval kelas-interval kelas tertentu. Banyaknya data pada tiap kelas disebut frekuensi dan tabel yang berisi susunan data penelitian yang telah dikelompokkan itu disebut tabel frekuensi atau tabel (daftar) distribusi frekuensi.
Batas Bawah Kelas adalah bilangan-bilangan sebelah kiri pada tiap interval kelas. Batas Atas Kelas adalah bilangan-bilangan sebelah kanan pada tiap interval kelas.
Tepi Bawah kelas        = Batas Bawah Kelas – 0,5
Tepi Atas kelas           = Batas Atas Kelas + 0,5
Selisih antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas dalam interval yang sama disebut panjang interval kelas atau panjang kelas (p)
Titik tengah interval kelas = ½ (batas atas kelas+batas bawah kelas)

Contoh:
Gaji pegawai di Perusahaan A
Gaji (dalam ribuan rupiah)
Frekuensi (f) (Banyaknya Pegawai)
141-160
25
161-180
40
181-200
60
201-220
35
221-240
25
241-260
15

∑f = 200

Pada pengelompokkan pertama (kelas pertama), yang gajinya dari 141.000 sampai dengan 160.000 ada 25 orang pegawai. Pada kelas ke-2 (161.000 s.d. 180.000) ada 40 pegawai dan seterusnya. Jumlah seluruh pegawai (∑f) sebanyak 200 orang.

Dari contoh daftar di atas, terdapat 6 buah kelas, yaitu 141-160, 161-180, 181-200,dan seterusnya.
Bilangan-bilangan sebelah kiri pada tiap interval kelas, yaitu 141, 161, 181, 201, dan seterusnya disebut batas bawah kelas, sedangkan 160, 180, 200 dan seterusnya disebut batas atas kelas.


Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5
Tepi atas kelas      = batas atas kelas + 0,5

Selisih antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas dalam interval kelas yang sama disebut panjang interval kelas atau panjang kelas.

 Panjang Interval Kelas (p)= tepi atas kelas – tepi bawah kelas

Pada contoh di atas, p = 160,5 -140,5 = 180,5-160,5=20
Untuk tiap interval dapat kita ambil sebuah nilai yang mewakili kelas itu, yaitu titik tengah kelas, yaitu

 Titik tengah interval kelas =  (batas bawah kelas +batas atas kelas)
Pada contoh diatas, titik tengah kelas pertama =  (141+160) =150,5 dan titik tengah kelas kedua =  (161+180)=170,5 dan seterusnya.

Ketentuan-ketentuan untuk membuat daftar distribusi frekuensi
a.   Tentukan Jangkauan (J) = nilai statistik maksimum - nilai statistik minimum
b.   Tentukan banyaknya kelas (k) yang diperlukan. Biasanya paling banyak 15 kelas, paling sedikit 5 kelas. Cara terbaik untuk menentukan banyaknya kelas adalah dengan aturan sturges, sebagai berikut


Banyak kelas (k) = 1 + 3,3log n,dengan n = banyaknya data.

Hasil akhir dijadikan bilangan bulat
c.   Tentukan panjang interval kelas



d.   Pilih batas bawah kelas pertama, biasanya diambil data terkecil atau sebuah bilangan lain yang kurang dari data terkecil ini tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang ditentukan
e.   Tentukan nilai frekuensi tiap kelas dengan sistem turus (dihitung satu persatu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar