Sabtu, 24 September 2016

PERTEMUAN 1: MENYAJIKAN DATA UKURAN MENJADI DATA STATISTIK DESKRIPTIF



a.   Pengertian Statistik, Populasi, dan Sampel
Apabila kita ingin mengemukakan, menguraikan atau memberi pendapat tentang suatu persoalan atau kejadian, maka tentu kita perlu mempelajari lebih dahulu peristiwa atau persoalan tersebut. Untuk itu diperlukan keterangan-keterangan mengenai peristiwa atau persoalannya. Keterangan-keterangan itu dinamakan Data (bentuk jamak dari Datum).
Data dapat berupa keterangan yang dinyatakan dalam bilangan, Misalnya Jumlah Mahasiswa PGSD Angkatan 2015 Kelas A adalah 50 Orang.
Data yang dinyatakan dalam bentuk bilangan dinamakan Data Kuantitatif, sedangkan data yang tidak dinyatakan dalam bentuk bilangan disebut Data Kualitatif.
Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif yaitu, data diskrit dan data kontinu. Data Diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil menghitung, misalnya di SD Suryalaya terdapat fasilitas Kursi dalam satu kelas sebanyak 30 Buah, Papan Tulis Keseluruhan ada 6 buah, Kamar Mandi ada 2. Sedangkan Data Kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalnya Tinggi badan Popy adalah 160 cm, Toto mengendari mobil sedan dengan kecepatan 120 km/jam.
Untuk menyatakan kumpulan data tersebut, yang umumnya berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau diagram digunakan istilah Statistik. Ilmu pengetahuan tentang pengumpulan data, penyajian data, penganalisaan sampai dengan menarik kesimpulan dan membuat ramalan-ramalannya dinamakan Statistika.
Bagian Statistika yang meliputi metode dan cara mengumpulkan, menyajikan, mengolah dan mengamati data secara deskriptis (uraian) dinamakan Statistika Deskriptif, sedangkan bagian yang meliputi penarikan kesimpulan disebut Statistika Inferensi atau Statistika Induktif.
Yang dimaksud populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti, bersifat jelas dan lengkap serta memiliki ciri-ciri khusus. Sedangkan Sampel (contoh) adalah sebagian objek yang diambil dari populasi. Pengambilan sampel ini dilakukan oleh si peneliti mengingat keterbatasan waktu, biaya, akan tetapi sampel tersebut cukup representatif (mewakili) keseluruhan objek yang akan diamatinya itu.

b.  Pengumpulan, Pembulatan dan Pemeriksaan Data
Data dapat dikumpulkan dengan berbagai cara, antara lain dengan Wawancara, daftar pertanyaan atau kuesioner dan dengan Pengamatan Langsung ke Lapangan.
Wawancara yaitu tanya jawab langsung yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap mampu memberikan data-data yang diperlukan.
Kuesioner diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu daftar pertanyaan apabila orang-orang yang akan diminta keterangannya cukup banyak atau jauh tempatnya.
Pengamatan Langsung dilakukan apabila si peneliti merasa perlu melihat, menghayati atau melakukan sendiri kegiatan-kegiatan untuk memperoleh data yang diperlukan.
Pembulatan atau Penyederhanaan data-data menjadi satu kumpulan nilai dilakukan untuk memudahkan kita dalam menyimpulkan atau menarik kesimpulannya setelah data-data itu diolah dan dipelajari (diperiksa) dengan cukup teliti. Kumpulan data tersebut disajikan dalam bentuk daftar atau diagram.
 Data kuantitatif umumnya disajikan dalam bentuk daftar yang dinamakan daftar baris lajur atau dalam bentuk daftar sebaran frekuensi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar