a.
Pengertian Statistik, Populasi, dan Sampel
Apabila kita ingin mengemukakan, menguraikan atau memberi pendapat
tentang suatu persoalan atau kejadian, maka tentu kita perlu mempelajari lebih
dahulu peristiwa atau persoalan tersebut. Untuk itu diperlukan
keterangan-keterangan mengenai peristiwa atau persoalannya.
Keterangan-keterangan itu dinamakan Data (bentuk jamak dari Datum).
Data dapat berupa keterangan yang dinyatakan dalam bilangan, Misalnya Jumlah Mahasiswa PGSD
Angkatan 2015
Kelas A adalah 50 Orang.
Data yang dinyatakan dalam bentuk bilangan dinamakan Data Kuantitatif, sedangkan data yang
tidak dinyatakan dalam bentuk bilangan disebut Data Kualitatif.
Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif yaitu, data diskrit dan data kontinu. Data Diskrit adalah data yang diperoleh dari hasil
menghitung, misalnya di SD
Suryalaya terdapat fasilitas Kursi dalam satu
kelas sebanyak 30 Buah, Papan Tulis Keseluruhan ada 6 buah, Kamar Mandi ada 2.
Sedangkan Data Kontinu adalah data
yang diperoleh dari hasil mengukur, misalnya Tinggi badan Popy adalah 160 cm,
Toto mengendari mobil sedan dengan kecepatan 120 km/jam.
Untuk menyatakan kumpulan data tersebut, yang umumnya berbentuk angka
yang disusun dalam daftar atau diagram digunakan istilah Statistik. Ilmu
pengetahuan tentang pengumpulan data, penyajian data, penganalisaan sampai
dengan menarik kesimpulan dan membuat ramalan-ramalannya dinamakan Statistika.
Bagian Statistika yang meliputi metode dan cara mengumpulkan,
menyajikan, mengolah dan mengamati data secara deskriptis (uraian) dinamakan Statistika
Deskriptif, sedangkan bagian yang meliputi penarikan kesimpulan disebut
Statistika
Inferensi atau Statistika Induktif.
Yang dimaksud populasi adalah keseluruhan objek
yang diteliti, bersifat jelas dan lengkap serta memiliki ciri-ciri khusus.
Sedangkan Sampel (contoh) adalah sebagian objek yang diambil dari populasi.
Pengambilan sampel ini dilakukan oleh si peneliti mengingat keterbatasan waktu,
biaya, akan tetapi sampel tersebut cukup representatif (mewakili) keseluruhan
objek yang akan diamatinya itu.
b. Pengumpulan, Pembulatan dan Pemeriksaan
Data
Data dapat dikumpulkan dengan
berbagai cara, antara lain dengan Wawancara,
daftar pertanyaan atau kuesioner dan
dengan Pengamatan Langsung ke Lapangan.
Wawancara yaitu tanya jawab langsung yang diberikan kepada
orang-orang yang dianggap mampu memberikan data-data yang diperlukan.
Kuesioner diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu
daftar pertanyaan apabila orang-orang yang akan diminta keterangannya cukup
banyak atau jauh tempatnya.
Pengamatan Langsung dilakukan apabila si peneliti merasa perlu
melihat, menghayati atau melakukan sendiri kegiatan-kegiatan untuk memperoleh
data yang diperlukan.
Pembulatan atau Penyederhanaan
data-data menjadi satu kumpulan nilai dilakukan untuk memudahkan kita dalam
menyimpulkan atau menarik kesimpulannya setelah data-data itu diolah dan
dipelajari (diperiksa) dengan cukup teliti. Kumpulan data tersebut disajikan
dalam bentuk daftar atau diagram.
Data
kuantitatif umumnya disajikan dalam bentuk daftar yang dinamakan daftar baris lajur atau dalam bentuk daftar
sebaran frekuensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar